BREAKING NEWS

Inovatif

Friday, December 18, 2015

Menurut HIPMI, YLKI Terkait Larangan Angkutan Berbasis Aplikasi


Larangan angkutan umum yang berbasis aplikasi seperti Go-Jek, Uber, dll, menuai kritik pedas dari para Netizen, dan beberapa kalangan seperti HIPMI, YLKI. Bahkan Presiden Joko Widodo juga angkat bicara. 



Go-Jek


Dalam konferensi pers kemaren di Jakarta, Kamis, 17/12/15, Djoko Sasono, Dirjen Perhubungan Darat Kemehub, melarang angkutan umum yang berbasis aplikasi, seperti Go-Jek, dll, karena layanan ini dinilai tidak memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum. Pelarangan ini tertulis dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015, dan ditandatangani Menhub, Ignasius Jonan, 9 November 2015.



Baca juga: Gojek Tergolong Ekonomi Digital Jenis Market Place? 



HIPMI melalui Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI, Bahlil Lahadalia, 8/12/15, beranggapan bahwa Menteri Perhubungan, Jonan Ignasius adalah menjadi penghambat masuknya Investasi ke Indonesia. Seharusnya Menhub berpihak kepada dunia usaha yang menyangkut rakyat banyak dan harus sensitif terhadap kesulitan masyarakat kecil. Kalau kita hitung-hitung, layanan transportasi berbasis aplikasi ini, manfaatnya lebih banyak dari pada sisi negatifnya. Sebaiknya, Jonan lebih konsentrasi untuk membenahi carut-marut transportasi umum yang terjadi saat ini. 



Bahlil juga menilai, sepanjang 2014, HIPMI mencatat sekitar 36 startup berhasil menarik investor dengan nilai di atas Rp 10 triliun. Dan diperkirakan 2015, bahkan mampu menyerap investasi lebih dari Rp 20 triliun.



Menhub telah berbanding terbalik dengan semangat pemerintahan Jokowi-JK, yang berupaya untuk meningkatkan masuknya investasi ke dalam negeri sebesar-besarnya. Di saat sulitnya aliran investasi yang masuk, justru industri berbasis aplikasi ini telah membawa angin segar bagi masa depan investasi di Indonesia dan mampu menciptakan lapangan kerja terhadap angka pengangguran yang tinggi. 



Baca juga: Ojek Online Menurut Apindo



Sedangkan menurut YLKI, yang disampaikan oleh Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, bahwa larangan ini merupakan sebuah tragedi dari sisi kebijakan publik dan regulasi. Seharusnya dianalisis dahulu, apa dampak sosial yang akan terjadi. Apalagi menjamurnya Ojek Online di tengah terpuruknya angkutan umum, karena kegagalan pemerintah dalam menyediakan angkutan umum yang lebih manusiawi. 



Baca juga: Ucapan Terimakasih Nadiem Makarim dan Manajemen Atas Ketegasan Joko Widodo 




Pada Rabu, 23 Desember 2015, Ketua Masyarakat Transportasi Idonesia (MTI), Danang Parikesit, juga mengkritisi dilarangnya transportasi berbasis aplikasi oleh Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu. 


"Sebelum melarang, Kemenhub harusnya memperbaiki dahulu semua angkutan umum yang ada di Jakarta. Angkutan layanan berbasis online ini punya potensi besar dan justru harus ditingkatkan dan diberdayakan dan bisa menjadi penghubung antara masyarakat dengan jenis transportasi lain," 


Dengan maraknya penggunaan GoJek, pemerintah tidak perlu mencampuri platform yang digunakan dalam sebuah sistem transportasi, seharusnya hanya memfasilitasi saja. Saya melihat, pemerintah mengintervensi langkah yang dilakukan pelaku indrustri kreatif ini. Seperti masalah keselamatan konsumen, dan faktor perlindungan terhadap angkutan umum taksi dan angkutan umum lainnya dari persaingan yang tidak sehat. Ini bukan permasalan legal atau ilegal, tapi regulated atau unregulated. Karena yang unregulated tidak harus selalu ilegal dan tidak semua harus selalu diatur


Misalnya saja, pemerintah di sektor telekomunikasi kan tidak mengatur teknologinya, tapi mereka menyusun bersama protokol cara operasinya, data interchange, platform teknologi. Jadi pemerintah hanya memfasilitasi dalam proses ini", begitu kata Ketua MTI




Baca juga: Menurut Presiden Joko Widodo, terkait larangan Go-Jek, Uber, oleh Menteri Perhubungan. Pemerintah berencana Revisi Undang-Undang LLAJ. KPPU juga desak revisi UU LLAJ. Kemenkominfo, Rudiantara bentuk Satgas Khusus (Task Force).





source:republika-cnnindonesia-viva 
Share this article :

Post a Comment

Silakan komentar yang baik dan sopan, sehingga menjadi media diskusi serta berbagi pengalaman.
Apabila Admin merasa, komentar Anda tidak relevan, mohon maaf jika tidak kami tayangkan.

 
Copyright © 2015 - 2018 ~ Gojek Bandung INFO
Powered by Blogger