BREAKING NEWS

Inovatif

Thursday, December 24, 2015

Dishub, Dirlantas Hendaknya Edukasi Pengemudi Go-Jek


Politisi PDIP Sumut, Brilian Moktar, Rabu (23/12/2015), imbau Dinas Perhubungan dan Direktorat Lalu Lintas hendaknya memberikan edukasi masalah keselamatan berkendara bagi para driver GoJek khususnya di Kota Medan. Pelaku jasa seperti ini, harus mempunyai keterampilan dan izin khusus karena mereka melayani keperluan masyarakat umum. Pengemudi Go-Jek harus memenuhi syarat sebagai pelaku transportasi. Kepolisian juga lebih memperhatikan penggunaan SIM yang dipakai pengendara Gojek. SIM C sekarang ini, diberlakukan untuk izin mengendara secara pribadi, bukan untuk transpotasi umum.



Brilian Moktar


Baca juga: Menurut Presiden Joko Widodo, terkait larangan Go-Jek, Uber, oleh Menteri Perhubungan. Pemerintah berencana Revisi Undang-Undang LLAJ. KPPU juga desak revisi UU LLAJ. Kemenkominfo, Rudiantara bentuk Satgas Khusus (Task Force) 



Walaupun GoJek banyak menciptakan lapangan kerja bagi sejumlah masyarakat di Medan, Brilian Moktar juga meminta Dinas Perhubungan agar membatasi jumlah pengemudi GoJek di Medan. Hal ini untuk menjaga keberadaan becak bermotor. Becak bermotor adalah ikon dan ciri khas transportasi masyarakat di Medan.


Namun seperti diberitakan sebelumnya, warga Kota Medan cenderung memilih Go-Jek daripada moda transportasi umum lainnya. Alasannya, selain memasang tarif murah yang sudah ditentukan melalui aplikasi. Go-Jek juga memberikan kenyamanan kepada penumpang. 



Baca juga: Menurut HIPMI, YLKI, MTI Terkait Larangan Angkutan Berbasis Aplikasi 


"Tarif Go-Jek lebih murah dari pada angkutan umum lainnya. Kemarin masih promo Rp 10.000. Walaupun sekarang Rp 3 ribu per km, tapi saya merasa tidak mahal. Saya dari Krakatau ke Jln. Setia Budi, Medan hanya dikenakan biaya Rp 15.000. Sebelumnya saya harus mengeluarkan uang minimal Rp 25.000, jika menggunakan transportasi lain. Bahkan harus tawar-menawar, dan sering dibuat kesal dan kurang nyaman. Seperti saat ada lubang, sering main tabrak saja. Sampai kita jadi kaget. Dengan Go-Jek, saya merasa aman dan nyaman," kata Nurwahidah, warga Jln. Krakatau, Medan seperti dirilis MedanBagusCom, Senin (14/12/15). 



Baca juga: Alasan Tarif Driver GoJek Diturunkan Per Kilometer 


Pendapat lain, diceritakan oleh Warni, Jln. Umar Glugur Darat II, Medan, "Kalau naik yang lain sering dibuat tidak nyaman. Selain suka kebut-kebutan, antar sesama supir juga sering perang mulut hanya gara-gara masalah sepele. Mereka sering tidak menghargai penumpang. Memakai Go-Jek kita benar-benar diperlakukan seperti raja. Dari bersedia menjemput ke rumah, mau menunggu kalau kita agak lama dan di jalan pun saat mengendarai motor, mereka pun tidak kebut-kebutan. Kita bener-bener dihargai"


Baca juga: Pro Kontra Go-Jek di Medan 




source:rmol-wol 
Share this article :

Post a Comment

Silakan komentar yang baik dan sopan, sehingga menjadi media diskusi serta berbagi pengalaman.
Apabila Admin merasa, komentar Anda tidak relevan, mohon maaf jika tidak kami tayangkan.

 
Copyright © 2015 - 2018 ~ Gojek Bandung INFO
Powered by Blogger