BREAKING NEWS

Inovatif

Monday, December 21, 2015

Pernah Dianiaya Driver Go-Jek, Fauzi Sakit Hati


Pengakuan Fauzi (24), tersangka pembunuh Pian (23) di samping Mall Sunter beberapa hari lalu (9/12/15), mengaku pernah dianiaya oleh Suhardi, kakak Pian. Dan kepada Polisi, Fauzi bercerita merasa sakit hati terhadap Suhardi, jadi bukan kepada Pian.



Baca juga: Pengemudi Gojek Tertusuk Juru Parkir, Satu Meninggal 


Menurut Komisaris Besar Susetio Cahyadi, Kapolres Metro Jakarta Utara, Senin (21/12/2015), "Kejadian ini terjadi karena sebab dan akibat. Tersangka beberapa hari sebelumnya juga dianiaya oleh rekan Go-Jek, khususnya Saudara Suhardi. Hal itu yang memicu pertikaian ini, sehingga terjadi peristiwa terhadap Suhardi dan Pian.

Awal permasalahan adalah masalah uang parkir. Suhardi beberapa kali datang ke tempat parkir yang merupakan lahan pencaharian Fauzi. Suhardi merasa keberatan ketika diminta memberi uang parkir oleh Fauzi. Hal itu juga membuat Suhardi sempat menganiaya Fauzi, sehari sebelum terjadi pembunuhan terhadap Pian, adik Suhardi.

Rasa sakit hati Fauzi dipendamnya, hingga keesokan harinya Suhardi datang lagi ke tempat tersebut, dan mereka terlibat cekcok kembali. Merasa pertengkarannya tidak seimbang, Suhardi memanggil Pian dan satu temannya untuk kembali menemui Fauzi. Ternyata Fauzi dan teman-temannya diam-diam, telah menyiapkan senjata untuk menghadapi kelompok Suhardi. Dari pertikaian tersebut, akhirnya Pian tertusuk di paha dan akhirnya meninggal dunia. Tersangka pembunuhannya adalah dua orang Fauzi dan Saiful, yang dijerat Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kekerasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara".


Baca juga: Pelaku Pembunuhan Pengemudi Go-Jek di Mall Sunter Telah Ditangkap 



Imbauan Kepolisian Buat Driver Go-Jek, Tentang Solidaritas Jika Terjadi Sesuatu Kepada Sesama Driver

Sempat terbersit kritikan dari kepolisian tentang massa Go-Jek. Bahwa Go-Jek ibarat kelompok Ormas. Jika terjadi sesuatu terjadi pada Go-Jek, ratusan massa langsung berkumpul. Namun harus juga berpikir jernih. Jangan mudah terprovokasi. Apakah mereka memang benar-benar berada pada posisi yang benar?


Berikut saran dan imbauan dari Kombes Susetyo Cahyadi,
"Berkaca pada kasus dugaan penganiayaan yang terjadi saat itu di sekitar Mall Sunter, Jakarta Utara. Kita berharap ke depan, apabila ada sesuatu yang menimpa rekan Go-Jek, bentuk solidaritasnya harus dirumuskan secara baik, tidak membuat situasi menjadi mencekam, tidak membuat keadaan seakan memanas. Tolong kepada owner Go-Jek atau pemimpin komunitas, ketika terjadi penganiayaan atau kecelakaan tolong beri tahu kepada pihak kepolisian, agar kami turut bekerja. Para driver Go-Jek mesti berpikir dewasa dalam bertindak, sehingga tidak melakukan hal di luar hukum. Yang dijual oleh Go-Jek adalah jasa. Jasa itu bisa hilang ketika orang tidak percaya, rasa solidaritas yang berlebihan bisa buat orang tidak percaya".


Baca juga: Driver Gojek dan GrabBike Antar Jenazah Septiawan 





source:kompas-detik 
Share this article :

Post a Comment

Silakan komentar yang baik dan sopan, sehingga menjadi media diskusi serta berbagi pengalaman.
Apabila Admin merasa, komentar Anda tidak relevan, mohon maaf jika tidak kami tayangkan.

 
Copyright © 2015 - 2016 ~ Gojek Bandung INFO
Powered by Blogger